My hijab story; Pengalamanku tentang Surat
An-Nur: 30,31
Sejak kecil aku terbiasa dengan potongan
rambut pendek (bob). SMP dan SMA aku mengikat rambut panjang sebahuku. Waktu
kuliah awal- awal penampilanku ikut-ikutan. Seperti teman-temanku kebanyakan. Aku mencoba
memakai celana levis, baju lengan pendek.
Tapi rasanya kurang nyaman. kemudian tahun selanjutnya aku berdandan
(bisa dibilang gak gaul) celana selalu berbahan kain, baju pun juga selalu
lengan panjang. Aku hanya punya beberapa teman akrab. Teman curhat itu pun
hanya satu. Mungkin karena sifatku yang sangat pendiam.
Aku termasuk anggota ski fssr (seperti
rohis kalo di sma)bisa dibilang hanya
ikut-ikutan. Aku pun tidak merasa risih tidak berkerudung sendiri ketika
bersama-sama dengan anggota ski yang berkerudung di basecamp ski. Meski aku
tidak berkerudung, Mbak ski memberi
banyak baju lengan panjang plus beberapa kerudung dan nyaranin aku berkerudung. Teman seangkatan
juga mengajak aku berkerudung. Tapi tetap saja aku agak enggan untuk berkerudung.
Alasanya macem-macem dari gak berani untuk memulai menggunakan kerudung, hingga
pendapat berkerudung kelihatan jelek. Sebenarnya aku sih sudah tau dalilnya.
Ada dua kejadian yang mungkin tidak akan
pernah aku lupa. Satu, Ketemu cowok
yang menjaga pandangannya. Dua,
ketemu cowok yang tidak menjaga pandangannya. Cerita yang pertama, Aku dan temanku berpapasan dengan dua cowok
temanku. Satu teman cowok ngajak ngobrol temanku. Aku bediri di samping temanku nungguin dia
selesai ngobrol. sementara cowok satunya lagi juga berdiri di samping temannya.
Aku dan dia pas berhadapan. Dia selalu
menunduk dihadapanku. Setelah kami belalu, dia terlihat biasa-biasa saja, tidak
menunduk lagi. Awalnya aku nggak sadar, kenapa dia selalu menunduk. Setelah ku
pikir-pikir oh...! ternyata dia menunduk karena waktu itu aku memakai baju yang
agak ketat. Kelihatannya dia mempraktekkan surat An-Nur:30 ke aku. Aku sungguh
tidak berniat mengumbar lekuk tubuhku. Sejak saat itu baju itu gak aku pakai,
aku kasih ke ponakan. Yang kedua, aku
ngobrol dengan satu cowok. Seperti pada umumnya ngobrol mata saling melihat,
tapi kok matanya kadang melirik ke bagian dadaku. Pingin banget rasanya aku
menutup matanya. Dan bilang “jangan liatin bagian bawahku!” Padahal baju yang
aku pakai tidak terlalu ketat. Baju itu pun sampai sekarang tersimpan dilemari
dan gak pernah aku pakai.
Fase yang paling merubahku adalah ketika
aku ikut kkn. Aku jadi satu-satunya cewek yang tidak berkerudung di kelompok
kknku. Setiap aktivitas TPA mau gak ma aku terpaksa menggunakan kerudung meski
cuma setengah hari. Baik teman kkn cewek dan cowok dorong-dorong aku untuk
berkerudung. Kalimat yang menusukku ketika satu temen cewek ngomong “kelihatan
lehernya kayak gak pakai baju” Habis kkn aku memutuskan untuk berkerung. Ada
saja orang yang memberi baju panjang dan kerudung ke aku. Trima kasih ya Allah
telah memberi teman-teman yang baik. Mudah-mudahan allah selalu menjagaku.
Amin.