Minggu, 10 Mei 2015

My hijab story; Pengalamanku tentang Surat  An-Nur: 30,31
Sejak kecil aku terbiasa dengan potongan rambut pendek (bob). SMP dan SMA aku mengikat rambut panjang sebahuku. Waktu kuliah awal- awal penampilanku ikut-ikutan.  Seperti teman-temanku kebanyakan. Aku mencoba memakai celana levis, baju lengan pendek.  Tapi rasanya kurang nyaman. kemudian tahun selanjutnya aku berdandan (bisa dibilang gak gaul) celana selalu berbahan kain, baju pun juga selalu lengan panjang. Aku hanya punya beberapa teman akrab. Teman curhat itu pun hanya satu. Mungkin karena sifatku yang sangat pendiam.
Aku termasuk anggota ski fssr (seperti rohis kalo  di sma)bisa dibilang hanya ikut-ikutan. Aku pun tidak merasa risih tidak berkerudung sendiri ketika bersama-sama dengan anggota ski yang berkerudung di basecamp ski. Meski aku tidak berkerudung,  Mbak ski memberi banyak baju lengan panjang plus beberapa kerudung  dan nyaranin aku berkerudung. Teman seangkatan juga mengajak aku berkerudung. Tapi tetap saja aku agak enggan untuk berkerudung. Alasanya macem-macem dari gak berani untuk memulai menggunakan kerudung, hingga pendapat berkerudung kelihatan jelek. Sebenarnya aku sih sudah tau dalilnya.
Ada dua kejadian yang mungkin tidak akan pernah aku lupa. Satu, Ketemu cowok yang menjaga pandangannya. Dua, ketemu cowok yang tidak menjaga pandangannya. Cerita yang pertama,  Aku dan temanku berpapasan dengan dua cowok temanku. Satu teman cowok ngajak ngobrol temanku.  Aku bediri di samping temanku nungguin dia selesai ngobrol. sementara cowok satunya lagi juga berdiri di samping temannya. Aku dan dia pas berhadapan.  Dia selalu menunduk dihadapanku. Setelah kami belalu, dia terlihat biasa-biasa saja, tidak menunduk lagi. Awalnya aku nggak sadar, kenapa dia selalu menunduk. Setelah ku pikir-pikir oh...! ternyata dia menunduk karena waktu itu aku memakai baju yang agak ketat. Kelihatannya dia mempraktekkan surat An-Nur:30 ke aku. Aku sungguh tidak berniat mengumbar lekuk tubuhku. Sejak saat itu baju itu gak aku pakai, aku kasih ke ponakan. Yang kedua,  aku ngobrol dengan satu cowok. Seperti pada umumnya ngobrol mata saling melihat, tapi kok matanya kadang melirik ke bagian dadaku. Pingin banget rasanya aku menutup matanya. Dan bilang “jangan liatin bagian bawahku!” Padahal baju yang aku pakai tidak terlalu ketat. Baju itu pun sampai sekarang tersimpan dilemari dan gak pernah aku pakai.
Fase yang paling merubahku adalah ketika aku ikut kkn. Aku jadi satu-satunya cewek yang tidak berkerudung di kelompok kknku. Setiap aktivitas TPA mau gak ma aku terpaksa menggunakan kerudung meski cuma setengah hari. Baik teman kkn cewek dan cowok dorong-dorong aku untuk berkerudung. Kalimat yang menusukku ketika satu temen cewek ngomong “kelihatan lehernya kayak gak pakai baju” Habis kkn aku memutuskan untuk berkerung. Ada saja orang yang memberi baju panjang dan kerudung ke aku. Trima kasih ya Allah telah memberi teman-teman yang baik. Mudah-mudahan allah selalu menjagaku. Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar